Ruang Lingkup Filsafat Ilmu
Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling terkait,baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat telah berhasil mengubah pola pemikiran bangsa Yunani dan umat manusia dari pandangan mitosentris menjadi logosentris. Awalnya bangsa Yunani dan bangsa lain di dunia beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhI oleh para dewa.
A. ILMU SEBAGAI OBJEK KAJIAN FILSAFAT
Pada dasarnya,setiap ilmu memiliki dua macam objek, yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah sesuatu yang dijadikan sasaran penyelidikan, seperti tubuh manusia adalah objek material dari ilmu kedokteran. Adapun objek formalnya adalah metode untuk memahami objek material tersebut, seperti pendekatanan deduktif dan induktif.Filsafat sebagai proses berfikir yang sistematis dan radikal juga memiliki objek material da objek formal.
Objek material filsafat adalah segala yang ada. Segala yang mencakup ada yang tampak da nada yang tidak tampak.Adapun objek formal filsafat adalah sudut pandang yang menyeluruh, radikal, dan rasional tentang segala yang ada.
Cakupan objek Filsafat lebih luas dibandingkan dengan ilmu karena ilmu yang terbatas pada persoalan empiris saja dan yang non epmiris. Di samping itu secara historid ilmu berasal dari kajian filsafat karena awalnya filsafat lah yang melakukan pembahasan tentang segala yang ada ini secara sistematis, rasional, dan logis termasuk hal empiris. Setelah berjalan beberapa lama kajian yang terakait denagn hal empiris semakin bercabang dan kemudian berkembang sehingga menimbulkan spesialisasi dan menampakkan kegunaan yang praktis. Inilah proses terbentuknya ilmu secara berkesinambungan. filsafatlah yang menyediakan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan.
Karena itu, filsafat oleh para filosof disebut sebagai induk dari ilmu. sebab dari filsafatlah, ilmu-ilmu modern dan kontemporer berkembang, sehingga manusia dapat menikmati ilmu dan sekaligus buahnya yaitu teknologi.
Awalnya filsafat terdiri atas teoritis yang mencakup metafisika, fisika, matematika dan logika. dan filsafat praktis adalah ekonomi, politik, hukum dan etika.Setiap bidang ini kemudian berkembang dan menspesialisasi, seperti fisika berkembang menjadi biologi berkembang menjadi anatomi, kedokteran, dan kedokteran pun terspesialisasi menjadi beberapa bagian lagi. Perkembangan ini didibaratkan sebuah pohon dengan cabang dan ranting yang semakin lama semakin rindang.
Ilmu sebagai objek kajian filsafat sepatutnya mengikuti alur filsafat,yaitu objek material yang didekati lewat pendekatan radikal, menyeluruh dan rasional.
Begitu juga pendekatan spekulatif dalam filsafat sepatutnya merupakan bagian dari ilmu arena ilmu ilmu dilihat ada posisi yang tidak mutlak, sehingga masih ada ruang untuk spekulasi demi pengembangan ilmu itu sendiri.
B. PENGERTIAN FILSAFAT ILMU
1. Filsafat dan Hikmah
Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy adapun istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani: philosophia yang terdiri atas dua kata yaitu philos (cinta) dan philia (persahabatan, tertarik kepada) dan (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis dan intelegensi).
Jadi secara etimologi, filsafat berarti kebijaksanaan atau kebenaran (love wisdom). Seorang yang mendalami filsafat disebut filosof yang dalam bahasa Arab disebut failasuf.
Adapun beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof adalah: Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas
Upaya untuk melukiskan hakikat realitas terakhir dan dasar serta nyata.
Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan berdasar sumbernya, hakikatnya, keabsahannya dan nilainya
Penyelidikan kritis atas pengandai-andaian dalam pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan
Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu anda melihat apa yang anda katakan dan untuk mengatakan apa yang anda lihat.
2. Pengertian Ilmu
Ilmu berasal dari bahasa Arab: ‘alima-ya’lamu’ilman dengan wajanfa’ila, yaf’alu yang berarti mengerti, memahami benar-benar. Dalam bahasa Inggris disebut science dari bahasa latin Scienti(pengetahuan)-scire(mengetahui).Sinonim yang paling dekat dengan bahasa Yunani adalah episteme.
Adapun beberapa ciri-ciri utama ilmu menurut terminologi,antara lain yaitu :Ilmu adalah sebagian pengetahuan yang bersifat koheren,empiris, sistematis, dapat diukur dan dibuktikan.
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri, sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke objek yang sama dan saling berkaitan secara logis.
Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan masing-masing penalaran perorangan sebab ilmu dapat memuat dalam dirinya sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang belum sepenuhnya dimantapkan.
Di pihak lain, yang seringakali berkaitan dengan konsep ilmu adalah ide bahwa metode-metode yang berhasil dan hasilnya terbukti pada dasarnya harus terbuka kepada semua pencari ilmu.
Ciri hakiki lainnya dari ilmu adalah metodologi, sebab kaitan logis yang dicari ilmu tidak dicapai dengan penggabungan tidak teratur dan tidak terarah dari banyak pengamatan dan ide yang terpisah-pisah.
Kesatuan setiap ilmu bersumber di dalam kesatuan objeknya.
Ada beberapa defenisi ilmu menurut para ahli,diantaranya adalah :
√Mohammad hatta, mendefenisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunannya dari dalam.
√ Ralp ross dan Ernest van den haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris,rasional, umum dan sistematik dan keempatnya harus serentak.
√ Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang kompherensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
√ Harsojo, Guru besar antropologi di Universitas pajajaran, menerangkan bahwa ilmu adalah :
1. Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan
2. Suatu pendekatan atau metode pendakatan terhadap seluruh dunia empiris
3. Suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada ahli ahli untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk; “jika….., maka….”.
Setelah dipahami pengertian filsafat, ilmu dan pengetahuan maka dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu merupakan kajian secara mendalam tentang dasar-dasar ilmu, sehingga filsafatilmu perlu menjawab beberapa persialan berikut :
a. Pertanyaan Landasan ontologis :
Objek apa yang ditelaah? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tesebut? Bagaimana korelasi antara objek tadi dengan daya tangkap manusia yang menghasilkan ilmu?
b. Pertanyaan landasan Epistemologis :
Bagaimana proses pengetahuaanya yang masih berserakan dan idak teratur itu menjadi ilmu? Bagaimana prosedur dan mekanismenya? Hal-hal apa yang diperhatikan agar kita mendapatkan penetahuan yang benar?
c. Pertanyaan landasan Aksiologis :
Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaida-kaidah moral? .
3. Persamaan dan Perbedaan Filsafat dan Ilmu
🎲 Persamaan filsafat dan ilmu adalah sebagai berikut :
• Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknyamenyelidiki objek yang selengkap-lengkapnya samapi ke akarnya
• Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada diantara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebabnya
• Keduanya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan
• Keduanya memiliki metode dan system
🎲Perbedaan filsafat dan ilmu adalah sebagai berikut :
• Objek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal yaitu segala sesuatu yang ada realita dan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris.
• Objekformal (sudut pandang) filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar.Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris ,spesifik dan intensif.
• Filsafat memuat pertanyaan yang lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari. sedangkan imu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis, yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu.
C. TUJUAN FILSAFAT ILMU
1. Mendalami unsur-unsur poko ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu
2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu diberbagai bidang, sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis.
3. Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di PT, terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiah dan non ilmiah.
4. Mendorong para calon ilmuan dan iluman untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya.
5. Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan.
DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar, Amsal. 2014. filsafat Ilmu volume 266 (halaman251).Depok : RajaGrafindo.
A, Qadir C. 2002. Filsafat Ilmu dan Pengetahuan dalam islam. Jakarta : Pustaka Bogor Indonesia.
Bakhtiar, Amsal.1997. Filsafat Agama (halaman 7).Jakarta: Logos.
Kartanegara, Mulyadhi. 2003. Pengantar Epistemologi Islam (halaman 1). Bandung : Mizan.
Komentar
Posting Komentar