Sejarah Perkembangan Ilmu
A. LANDASAN ILMU PADA ZAMAN YUNANI
Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola piker manusia dari mitosentris menjadi logosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola piker masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjalankan fenomena alam seperti gempa, dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap femomena alam biasa, tetapi dewa bumi sedangkan menggoyangkan kepalanya. Namun ketika filsafat diperkenalkan, fenomena alam tersebut tidak lagi dianggap sebagai aktivitas dewa, tetapi aktivitas alam yang terjadi secara kausalitas.
Dari proses inilah kemudian ilmu berkembang dari raim filsafat, yang alhirnya kita nikmati dalam bentuk teknologi. Karena itu, periode perkembangan filsafat Yunani merupakan entri poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia. Kata philosopos mula-mula dikemukakan dan dipergunakan oleh Heraklitos (540-480 SM). Sementara ada orang yang mengatakan bahwa kata tersebut mula-mula dipakai oleh Phytagoras (580-500 SM). Dari kata philosopia itu nanti muncul kata-kata philisophie dalam bahasa (Belanda, Jerman dan Perancis),Philosophy dalam bahasa Inggris dan dalam bahasa Indonesia disebut filsafat atau falsafat.
Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal-usul alam adalah Thales (624-546 SM). ia digelari bapak filsafat karena dialah orang yang muka-mula berfilsafat dan mempertanyakan. “Apa sebenarnya asal-usul alam semesta ini?” petanyaan ini sangat mendasar, terlepas apapun jawabannya. Kemudian Thales mengatakan asal alam adalah air karena air untuk penting bagi setiap makhluk hidup, air dapat berubah menjadi benda gas seperti uap,dan benda padat, seperti es, dan bumi ini juga berada diatas air.
setelah Thales, muncul Anaximandors (610-540 SM) yang menjelaskan bahwa substansi yang pertama itu bersifat kekal, tidak terbatas dan meliputi segalanya. Berbeda dengan Thales dan Anaximandros, heraklitos (540-480 SM) melihat alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. Segala sesuatu itu bertentangan dan dalam pertentangan itulah kebenaran. Gitar tidak akan menghasilkan bunyi kalau dawai tidak ditegangkan antara dua ujungnya. karena itu dia berkesimpulan, tidak ada suatupun yang benar-benar ada, semuanya menjadi.
Filosof alam yang paling berpengaruh adalah Parmenides (514-440 SM) yang menurutnya realitas merupakan keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah. Tokoh lain dari kaum sofis adalah Gorgias (483-375), ia datang ke Athena pada taun 427 SM dari Leontini. menurutnya ada tiga proposisi: Pertama, tidak ada yang ada maksudnya realitas itu sebenarnya tidak ada.Pemikiran lebih baik tidak menyatakan apa-apa tentang realitas. Kedua, bila sesuatu itu ada ia tidak akan dapat diketahui. Dan ketiga, Sekalipun realitas itu dapat kita ketahui,ia tidak akan dapat diketahui, ia tidak akan dapat kita beritahukan kepada orang lain. Sikap skeptis Giorgias ini dianggap sebagai filosof nihilisme, yakni kebenaran itu tidak ada. jadi dia lebih ekstrim dibandingkan dengan Protagoras.
Namun para filosof setelah kaum sofis tidak setuju dengan pandangan tersebut, seperti Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates berpendapat bahwa ajaran dan kehidupan dan kehidupan adalah satu dan tak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, dasar dari segala penelitian dan pembahasan adalah pengujian diri sendiri. bagi Socrates pengetahuan yang paling penting adalah pengetahuan tentang diri sendiri.
Periode setelah Socrates disebut dengan zaman keemasan filsafat Yunani karena pada zaman ini kajian-kajian yang muncul adalah perpaduan antara filsafat alam dan filsafat tentang manusia. Puncak kejayaan filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322 SM). Ia murid plato, Seorang filosof yang berhasil menemukan pemecahan persoalan-persoalan besar filsafat yang dipersatukannya dalam satu sistem yaiti logika, matematika, fisika dan metafisika. logika Aristoteles ini juga disebut dengan logika deduktif, yang mengukur valid atau tidaknya sebuah pemikiran.
Aristoteles yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang teoritis dan praktis. yang teoritis mencakup logika, metafisikan dan fisika, Sedangkan yang praktis mencakup etika, ekonomi dan politik. aristoteles dianggap sebagai bapak ilmu karena dia mampu meletakkan dasar-dasar dan metode ilmiah secara sistematis. Filsafat Yunani yang rasional itu boleh dikatakan berakhir setelah Aristoteles menuangkan pemikirannya.
B. PERKEMBANGAN ILMU PADA ZAMAN ISLAM
Sebelum diuraikan sejarah dan perkembangan ilmu dalam islam, ada baiknya diuraikan sedikit tentang pandangan islam terhadap ilmu. Sejak awal kelahirannya, islam isalam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa Nabi Muhammad SAW. ketika diutus allah sebagai rasul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang dimana paganisme tumbuh menjadi sebuah identitas yang melekat pada masyarakat Arab masa itu. Kemudian islam datang membawa penerang yang mengubah masyarakat Arah jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.
1. Penyampaian Ilmu dan Filsafat Yunani ke Dunia Islam.
Pengalihan pengetahuan ilmiah dan filsafat Yunani ke dunia islam, dan penyerapan serta pengintegrasian pengetahuan itu oleh umat islam, merupakan sebuah catatan sejarah yang unik. dalam sejarah peradaban manusia, amat jarang ditemukan suatu kebudayaan asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain, yang kemudian menjadikannya landasan bagi perkembangan intelektual dan pemahaman filosofinya.
Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia islam, pada dasarnya terdapat upaya rekonsiliasi dalam arti mendekatkan dan mempertemukan dua pandanagn yang berbeda, bahkan seringkali ekstrim antara pandangan fisafat Yunani seperti filsaft Plato dan aristoteles, dengan pandangan keagamaan dalam islam yang seringkali menimbulkan benturan-benturan. Sebagai contoh konkret dapat disebutkan bahwa Plato dan Aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mazhab-mazhab islam, khususnya mazhab eklektisisme.
Selanjutnya ketika berbicara tentang proses penyampaian ilmu dan filsafat Yunani ke dunia islam, kita harus melihat sisi lain yang juga menunjang keberhasilan islam dalam menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Menurut C.A Qadir, proses penerjemahan dan penafsiranbuku-buku Yunani di negeri-negeri Arab dimulai jauh sebelum lahirnya agama islam atau penaklukan timur dekat dengan bangsa Arab pada tahun 641 M.
2. Perkembangan Ilmu pada Masa Islam Klasik
Sebagaimana telah disinggung bahwa pentingnya ilmu pengetahuan asangat ditekankan oleh islam sejak awal, mulai masa Nabi sampai dengan masa Khulafaur-Rasyidin, Pertumbuhan dan perkembangan ilmu berjalan dengan pesat seiring dengan tantangan zaman.
Tahap penting berikutnya dalam proses perkembangan dan tradisi keilmuan islam ialah masuknya unsur-unsur dari luar kedalam islam, khususnya unsur-unsur budaya Perso- Semitik dan budaya Hellenisme. Yang disebut belakangan pisau bermata dua, Satu sisi ia mendukung Jabariyah 9anata lain oleh Jahm Ibn safwan), sedang di sisi lain ia mendukung qadariyah (antara lain Washil Bin Atha’ tokoh dan pemdiri Mu’tazilah).
3. Perkembangan Ilmu pada Masa Kejayaan Islam
Pada masa kejayaan kekuasaan islam khususnya pada masa Dinasti umayyah dan Dinasti Abbasyiah , ilmu berkembang sangan maju dan pesat. Kemajuan ini membawa islam ke masa keemasannya, dimana pada saat yang sama wilayah-wilayah yang jauh diluar kekuasaan islam masih berada pada masa kegelapan peradaban (Dark age).
Perkembangan islam selanjutnya berada pada masa pemerintahan Al-ma’,um (813-833)..Ia adalah seorang pemgikut Mu’tazilah dan seorang rasionalis yang berusaha memaksakan pandangannya kepada rakyat melalui mekanisme Negara. Orang terpenting di bait al-hikmah adalah Huanin, seorang murid Masawayh yang telah berjasa menerjemahkan buku-buku Plato, Aristoteles, Gelanus, Appolonuis dan Archimedes.
Selain tokoh diatas ada juga Al-kindi ,seorang ilmuan yang lebih sering disebut saintis ketimbang seorang filosof,yang berminat besar di bidang matematikan dan fisika.
Tokoh lainnya adalah Al-Farabi yang mengadakan penelitian dalam bidang Geometrid an mekanika dan ia juga adalah seorang musikus islam yang terbesar.
Selain adanya perkembangan ilmu yang dikategorikan kedalam idang eksakta, matematika, fisika, kimia, geometrid an lain sebagainya.
4. Masa Keruntuhan Tradisi Keilmuan dalam Islam
Abad ke -18 dalam sejarah islam adalah abad yang paling menyedihkan bagi umat islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban islam secara universal. Seperti yang diungkapkan oleh Lothrop Stoddard, bahwa menjelang abad ke 18, dunia islam telah merosot ketingkat yang terendah. islam tampaknya sudah mati dan yang tertinggal hanyalah cangkangnya yang kering kerontang berupa ritual tanpa jiwa dan takhayul yang merendahkan martabat umatnya.
Pernyataan Stoddard diatas menggambarkan begtu dahsyatnya proses kejatuhan peradaban dan tradisi keilmuan islam yang kemudian menjadikan umat islam sebagai bangsa yang dijajah oleh bangsa-bangsa barat.Runtuhnya bangunan tradisi keilmuan islam secara garis besar dapat diterangkan karena adanay sebab berikut yaitu:
•Diterimanya paham Yunani mengenai realitas yang pada pokoknya bersifat statis, sementara jiwa islam adalah dinamis dan berkembang
•Perkembangan pemikiran dan perkembangan kehidupan sosial yang mengitari penggal waktu tertentu
•Persepsi yang keliru dalam memahami pemikiran Al-ghazali
•Munculnya orang-orang yang pandai dan terampil menyebabkan longgarnya pengaruh golongan elit feudal dari keagamaan.
•Kesulitan-kesulitan ijtihad dan mistisme asketik.
C. KEMAJUAN ILMU ZAMAN RENAISANS DAN MODERN
1. Masa Renaisans (Abad ke 15-16)
Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi pekembangan ilmu. zaman yang menyaksikan dilancarkannya tantangan gerakan reformasi terhadap keesaan dan supremasi gereja katolik Roma, bersaaman dengan berkembangnya Humanisme. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian, keahlian, dan ilmu yang diwujudkan dalam diri jeniusserba bisa, Leonardo da Vinci.
Pada zaman renaisans ini manusia barat mulai berpikir secara baru, dan secara berangsur-angsur-amgsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. Ilmuan-ilmuan pada masa renaisans yaitu :
•Leonardo da vinci (1452-1519 SM) yaitu seorang pelukis, arsitek dan seorang penemu yang berasal dari Italia yang dikenal atas karyanya The Mona lisa dan the last supper.
•Desiderius Erasmus (1466-1536) yaitu seorang cendikiawan dari Belanda yang mendefenisikan gerakan humanis di Eropa utara dan menerjemahkan perjanjian buku baru kedalam bahasa Yunani.
•Rane descrates (1596-1650 SM) seorang filsuf dan matematikawan dari Prancis yang dianggap sebagai bapak filsafat modern.
•Galileo (1564-1642 SM) seorang astronom,fisikawan dan insinyur Italia.
•Nicolaus Copernicus (1473-1543 SM) seorang ahli matematika dan astronom yang membuat argument ilmiah modern pertama untuk konsep tata surya heliosentris.
•Giotto (1266-1337 SM) Pelukis dan arsitek dari Italiayang mempengaruhi generasi seniman atas penggambaran emosi manusianya yang lebih realitas.
•Dante (1265-1321 SM)seorang filsuf, penyair, penulis dan pemikir dari Italia.
•Niccolo Machiavelli (1469-1527 SM) seorang diplomat dan filsuf yang terkenal dari Ialia yang terkenal menulis The prince dan The discourses on Livy.
•Michelangelo (1475-1564 SM) seorang pematung, pelukis dan arsitek dari Italia.
2.Ilmu yang Berbasis Rasionalisme dan Empirisme
Dengan bertambah majunya alam pikiran manusia dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan pada zaman modern ini, manusia dapat menjawab banyak pertanyaan tanpa mengarang mitos. Menurut A.Comte dalam perkembangan manusia , sesudah tahap mitos, manusia berkembang dalam tahap filsafat. Pada tahap filsafat, rasio sudah terbentuk tetapi belum ditemukan metode berpikir secara objektif.
Berkat pengamatan yang sistematis dan kritis, lambat laun manusia berusaha mencari jawaban secara rasional. Kaum rasionalis mengembangkan paham rasionalisme.
Dalam menyusun pengetahuan, kaum rasionalis menggunakan penalaran deduktif (cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ntuk menarik kesimpulan yang khusus).Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan penalaran ini ternyata punya kelemahan, maka muncullah pandanagan lain yang berdasarkan pengalaman konkret dan berkembanglah penganut Empirisme.
3. Perkembangan Filsafat pada Zaman Modern
Pada zaman moden filsafat dari berbagai aliran muncul. Paham-paham yang muncul dalam garis besarnya adalah rasionalisme, idealism dan empirisme. Paham rasionalsime mengajarkan bahwa akal itulah alat penting dalam memperoleh dan menguji pengetahuan. Ada 3 tokoh yang penting pendukung rasionalism yaitu Descrates, Spinoza dan Leibniz.
Sedangkan paham idelisme mengajarkan bahwa hakikat fisik adalah jiwa, spirit. Sedangkan pada paham empirisme dinyatakan bahwa tidak ada sesuatu dalam pikiran kita selain didahului oleh pengalaman. Paha mini bertolak belakang dengan paham rasionalisme. Sedangkan pada abad XX, aliran filsafat banyak sekali sehingga sulit digolongkan, karena makin eratnya kerja sama Internasional.
D. KEMAJUAN ILMU ZAMAN KONTEMPORER
Perkembangan dan kemajuan peradaban manusia tidak bisa dilepaskan dari peran ilmu. Bahkan perubahan pola hidup manusia dari waktu ke waktu sesungguhnya berjalan seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu. Kemajuan ilmu dan teknologi dari masa ke masa. Sejarah perkembangan ilmu zaman kontemporer tidak lain adalah mengamati pemanfaatan dan pengembangan lebih lanjut dan rentetan sejarah ilmu sebelumnya.
Yang dimaksud denagn zaman kontemporer dalam konteks ini adalah era tahun-tahun terakhir yang kita jalani hingga saat sekarang ini. Hal yang membedakan pengamatan tentang ilmu di zaman modern dengan zaman kontemporer adalah bahwa zaman modern adaah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke -15, sedangkan zaman kontemporer memfokuskan sorotannya pada berbagai perkembangan terakhir yang terjadi hingga saat sekarang.
Beberapa contoh perkembangan ilmu kontemporer :
a) Santri, Priyayi dan Abangan
Dalam kajian ilmu sosial keagamaan di Indonesia, penelitian califford Geertz yang dalam versi aslinya berjudul The religion of java mrupakan satu bahasan yang menarik. Arti penting karya Geertz the religion of java adalah sumbangannya kepada pengetahuan kita mengenai sistem-sistem symbol, yaitu bagaimana hubungan antara struktur-struktur sosial yang ada dalam suatu masyarakatdengan pengorganisasian dan perwujudan symbol.
Abangan, santri dan priyayi yang walaupun masing-masing merupakan struktur sosial yang berlainan tetapi masing-masing saling melengkapi satu sama lainnya dalam mewujudkan sistem sosial Jawa yang berlaku umum di Mojokuto.
b) Teknologi rekayasa Genetika
Salah satu bentuk perkembangan ilmu zaman kontemporer yang sangat masyhur adalah bidang rekayasa genetika berupa teknologi cloning. Pada tahun 1997, lahir lembu cloning pertama yang diberi nama Gene.
c) Teknologi Informasi
Pada tahun 1937, seorang insinyur Amerika bernama Howard aiken merancang IBM Mark 7 yang merupakan nenek moyangya computer mainframe saat ini. Komputer elektronik pertama yang sukses secara komesial adalah UNIVAC. Komputer ini dirancang oleh Eckert dan Mauchly yang diperkenalkan tahun 1951.
Komputer telah mengubah wajah peradaban barat modern secara drastis seja tahun -80 an. Komputer merevolusi ilmu matematika melalui kemampuannya memperluas jangkauan otak penghitungannya.
d) Teori partikel Elementer
Mengamati perkembangan ilmu diantaranya juga bisa dilakukan dengan melihat temuan-temuan para ilmuan berbagai bidang. Ilmu pun berkembang dan sejumlah percobaan dilakukan dan teori-teori baru bermunculan. Didalam atom terdapat sejumlah partikel dasar/elementer yang tidak dapat dibagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil yaitu elekton,poton dan neutron.
Teori tentang partikel elementer bisa menjadi dasar bagi temuan-temuan baru yang spektakuler. Bukan tidak mungkin manusia bisa diubah partikel dasarnya, sehingga bisa dipindah tempatkan setiap saat tanpa kendataan,seperti digambarakan seperti digambarkan dalam star trek.
e) sains dan Teknologi di Bidang-bidang lain
Sebagaimana dikemukakan diatas, di zaman kontemporer ini, hampir seluruh aspek kehidupan manusia mendapat sentuhan efek kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi. Bukan hanya dalam bentuk teknologi rekayasa genetika, teknologi informasi dalam bentuk kecanggihan computer dan internet,atau tentang teori partikel elementer, tapi juga dalam bidanh-bidang lainnya.
Ilmu dan penemuan-penemuan yang menjadi ciri utama perkembangan ilmu itu memang berkembang sangat cepat.untuk mendapatkan gambaran sepintas tentang betapa perkembangan ilmu itu berjalan cepat, dapat kita lihat misalnya tabel berikut.
Deskrispsi percepatan waktu penemuan dan paten.
Hanya saja, perkembangan ilmu ternyata tidak berarti mutlak sebagai rahmat bagi kehidupan manusia. Tidak jarang, kemajuan ilmu dan teknologi yang terus berlangsung hingga ssat ini, membuat banyak manusia khawatir atau bahkan takut terhadap dampak negatifnya dan banyak pula yang telah merasakan langsung akibatnya bagi kehidupan mereka,baik kehidupan materil maupun spiritual.
DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar, Amsal.2014.filsafat Ilmu volume 266 (halaman251).Depok : RajaGrafindo.
Soerjabrata, Soemardi.1970. Pengantar filsafat (halaman 1-2). Yogyakarta
Encyclopedia Americana-International Edition. (Glorier incorporated).1997. Volume.13 halaman 429.
Komentar
Posting Komentar